Inilah Perbedaan IQ dan EQ yang Perlu Diketahui

Dari sekian banyak jenis kecerdasan manusia, IQ dan EQ termasuk yang cukup populer. Kedua kecerdasan tersebut penting untuk diasah dan dikembangkan oleh seseorang, untuk mencapai hidup yang lebih baik. Akan tetapi, IQ dan EQ sebenarnya berbeda.

IQ atau Intellectual Quotient merupakan kecerdasan manusia yang merujuk pada intelektual, logika dan angka. Sementara EQ atau Emotional Quotient adalah kecerdasan manusia yang merujuk pada pendekatan emosional. Apa saja perbedaan lainnya antara IQ dan EQ? Simak penjelasannya di bawah ini.

 

Cara Memecahkan Masalah

Dalam melihat dan memecahkan masalah, kecerdasan IQ berfokus pada unsur-unsur logika, dan matematika. Misalnya, ketika individu menghadapi suatu masalah maupun melihat seseorang mengalami masalah. Kecerdasan intelektual ini akan dipakai untuk menganalisis masalah berdasarkan fakta-fakta di lapangan, sains, data-data otentik, pengetahuan dunia, dan masih banyak lagi.

Berbeda dengan EQ. Sesuai dengan namanya, kecerdasan ini berfokus pada pendekatan emosional dan empati dalam memecahkan suatu permasalahan. Misalnya, ketika individu melihat seseorang mengalami masalah. Kecerdasan emosional ini akan dipakai untuk mengevaluasi, mengekspresikan emosi, komunikasi sosial, menggunakan empati guna memahami kondisi atau keadaan orang lain.

 

Pembentukan Kecerdasan

IQ merupakan salah satu jenis kecerdasan yang dibawa sejak lahir berdasarkan faktor genetik. Kecerdasan intelektual ini dapat berkembang seiring pertumbuhan seseorang. Selain dikembangkan dari gen, IQ juga bisa tumbuh dan meningkat dengan baik berdasarkan faktor lingkungan. Semakin banyak ilmu pengetahuan yang diperoleh selama proses akademik, maka IQ juga ikut berkembang dengan baik.

Sementara EQ berbeda. EQ bukan merupakan jenis kecerdasan yang dibawa sejak lahir. Akan tetapi, kecerdasan emosional ini dapat dilatih dan diasah sejak kecil. Seseorang juga mampu mengembangkan emosional kapan saja, tanpa ada keterikatan waktu. Dilansir dari SehatQ, penting bagi usia dini untuk meningkatkan EQ melalui program pendidikan karakter, mengajari perilaku positif, mendorong tindakan empati untuk memahami dan mendengarkan orang lain.

 

Komunikasi dan Sosial

Sebagian orang yang memiliki IQ tinggi cenderung mahir dalam akademis dan mendapatkan nilai-nilai tes yang bagus. Selain itu, tipe orang seperti ini mampu untuk hidup sukses secara individual. Hal ini karena kecerdasan intelektual memungkinkan seseorang dalam menggunakan nalarnya untuk sesuatu yang diinginkannya. Selain itu, kemampuan akademis bukan jaminan untuk mampu bersosialisasi maupun berkomunikasi dengan baik.

Berbeda dengan EQ yang memanfaatkan kemampuan emosional. Seseorang dengan EQ tinggi cenderung mahir dalam melakukan pendekatan emosional kepada orang lain. Meskipun kurang dalam bidang akademis, orang dengan EQ tinggi dapat bersosialisasi dengan baik. Kecerdasan ini memungkinkan individu untuk mencuri perhatian audiens, menjadi pemimpin yang baik, dan pintar dalam berkomunikasi serta menyampaikan gagasannya dalam bentuk verbal.

 

Kemampuan dalam Bidang Tertentu

Sesuai dengan namanya, IQ memungkinkan seseorang memiliki kemampuan yang berkaitan dengan angka, matematika, analisis data, hingga pengetahuan fakta. Orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi, cenderung mahir dalam tes-tes akademis selama masa pendidikannya. Kecerdasan ini juga membuat individu memiliki kemampuan dalam proses visual, spasial, pengetahuan dunia, dan kekuatan berpikir.

Sementara EQ lebih unggul dalam memecahkan permasalahan-permasalahan sosial. Orang dengan EQ tinggi akan mampu mengelola dan mengontrol emosinya dengan baik. Berkat kemampuan sosial dan empatinya yang tinggi, maka individu terhindar dari stres, cemas, hingga depresi. Selain itu, EQ tinggi memungkinkan seseorang untuk terampil menjadi pemimpin dan motivator yang baik.

 

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai perbedaan antara IQ dan EQ. Pendekatan logika dan akademis merupakan unsur terkuat untuk orang-orang yang memiliki IQ tinggi. Sementara orang dengan EQ tinggi mengandalkan pendekatan emosional, mengembangkan empati, dan kemampuan memahami perasaan orang lain. Meskipun keduanya berbeda, bukan berarti seseorang hanya mengasah kecerdasan IQ saja. EQ juga penting untuk dikembangkan. Keduanya pun harus seimbang dan ditingkatkan demi mencapai kesuksesan hidup ke depannya.

Berbicara mengenai kecerdasan seperti IQ dan EQ, ada sebuah biro psikologi yang melayani tes kecerdasan dan pengembangan diri.

 

Quantum Edukasindo Paradigma menjadi pilihan tepat, yang menawarkan jasa psikotes dan assessment. Mulai dari tes IQ, tes kepribadian, bakat dan minat, dan kecerdasan lainnya. Berlokasi di Yogyakarta dan Jakarta, Quantum Edukasindo Paradigma juga menyediakan layanan lainnya seperti training untuk pengembangan diri, webinar edukatif, pelayanan bimbingan belajar, team building, pelatihan Quantum Learning, Quantum Reading, hingga Quantum Writing.

Didampingi oleh trainer, councelor, dan tutor berpengalaman, Quantum Edukasindo Paradigma mampu menciptakan pemuda terampil dalam belajar dan berkarya untuk masa depan yang lebih baik.

Share artikel ini:

Butuh bantuan?

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi customer service kami dengan menakan tombol dibawah ini

×

Halo!

Silahkan tinggalkan pesan melalui chat Whatsapp atau kirimkan email ke humas.qep@gmail.com

×