Memahami Kecerdasan Ganda dan Jenis-Jenisnya

Dalam bidang psikologi, terdapat berbagai jenis kecerdasan untuk mengukur kepribadian seseorang. Salah satunya yang cukup terkenal adalah kecerdasan ganda atau multiple intelligences. Teori kecerdasan ganda milik Howard Gardner ini semakin dikenali oleh para orang tua, guru, dan anak. 

Menariknya lagi, kecerdasan ganda seringkali dikembangkan oleh seseorang di luar sekolah atau akademis. Guna mengetahui lebih jelas mengenai kecerdasan ganda dan jenis-jenisnya, simak penjelasan di bawah ini.

 

Apa Itu Kecerdasan Ganda?

Teori kecerdasan ganda pertama kali dikemukakan oleh ahli psikologi ternama, yaitu Howard Gardner pada 1983. Selain sebagai psikologi, Gardner juga dikenal sebagai profesor pendidikan, sekaligus lulusan summa cumlaude dari universitas terkemuka di Amerika Serikat, Harvard University. Setelah lulus, ia melakukan berbagai penelitian terkait psikologi perkembangan. Semasa hidupnya, Gardner juga sempat mempelajari filsafat dan sosiologi di London School of Economic.

Dengan menghabiskan banyak waktunya untuk berbagai penelitian, alhasil Gardner mengutarakan pandangannya mengenai tes kecerdasan secara umum. Dilansir dari AyahBunda, Gardner berpendapat bahwa banyak ahli pendidikan maupun psikologi masih menganggap tes IQ, yang menjadi satu-satunya indikator kecerdasan seseorang. 

Menurutnya, hal ini menjadi suatu kesalahan, karena manusia pada dasarnya unik dan memiliki caranya sendiri dalam mengembangkan potensi dan berkontribusi di dalam masyarakat. 

Penelitian yang dilakukan Gardner akhirnya menghasilkan sebuah teori, yang dinamai kecerdasan ganda atau multiple intelligences. Dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences, ada tiga definisi mengenai kecerdasan menurut Gardner. 

Pertama, kecerdasan merupakan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah di dunia nyata. Kedua, kecerdasan digambarkan sebagai cara menemukan persoalan baru dan mencari solusinya. Terakhir, kecerdasan memungkinkan seseorang dalam menghasilkan sesuatu yang bernilai dari kebudayaannya. 

 

Jenis-Jenis Kecerdasan Ganda

Kecerdasan Spasial – Visual

Kecerdasan ini memiliki kemampuan yang dapat memanipulasi ruang dan visual di sekitarnya. Seseorang dengan kecerdasan spasial-visual mampu berpikir dan mengingat suatu informasi dengan gambar. Sehingga memungkinkan individu membaca peta, diagram, tabel, infografis dengan mudah. 

Selain itu, gaya belajar orang dengan kecerdasan spasial-visual menggunakan coret-coretan seperti lukisan, simbol, yang dihiasi dengan pewarna. Profesi yang cocok untuk kecerdasan ini adalah pelukis, ilustrator, desain grafis, arsitek, pemain catur, hingga navigator.

 

Kecerdasan Linguistik

Jika kecerdasan spasial-visual mengandalkan gambar, linguistik mahir dalam kemampuan verbal. Seseorang dengan jenis kecerdasan ini memiliki kemampuan dalam mengingat kata-kata. Kemampuan lainnya yang dimiliki oleh kecerdasan linguistik adalah mahir dalam membaca dan menulis, pandai berbicara di depan publik, berargumentasi, dan senang dengan permainan kata. 

Selain itu, gaya belajar kecerdasan ini menggunakan teka-teki, menulis jurnal, wawancara, diskusi, membaca cepat, dan melalui cerita. Profesi yang cocok untuk kecerdasan linguistik adalah narator, juru bicara, penulis, jurnalis, presenter, motivator, hingga penyair.

 

Kecerdasan Interpersonal

Sesuai dengan namanya, kecerdasan interpersonal memiliki kemampuan dalam berkomunikasi, serta menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Seseorang dengan jenis kecerdasan ini mampu bernegosiasi, suka bekerja sama, bisa membaca situasi sosial dan maksud lawan bicaranya. 

Adapun gaya belajar kecerdasan interpersonal adalah menggunakan kerja kelompok, mengajari orang lain, belajar dengan media layanan, hingga memanfaatkan keterampilan berhubungan dan berkomunikasi. Profesi yang cocok untuk tipe ini adalah public relations, marketing, guru, penasehat, manager, hingga guru.

 

Kecerdasan Musikal

Jenis kecerdasan ini tergolong unik, karena memiliki kemampuan dalam menganalisis, mengenal, dan mengingat dengan lagu, irama, nada. Selain sensitif terhadap musik, irama, dan warna nada, kecerdasan musikal juga mampu menyusun berbagai irama menjadi lagu, serta mengingat dengan baik melalui musik dan ceramah-ceramah. 

Adapun gaya belajar yang dimiliki oleh kecerdasan musikal adalah bermain alat musik, belajar sambil diiringi dengan lagu, bergabung dalam paduan suara, hingga membuat gambar dengan musik. Profesi yang cocok untuk kecerdasan ini adalah tentunya musisi, penyanyi, personil band, konduktor, pemain sandiwara, hingga aransemen lagu.

 

Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan ini juga tergolong unik, karena menggunakan alam untuk beradaptasi dalam hidup. Sesuai dengan namanya, kecerdasan naturalis memungkinkan seseorang sadar akan lingkungan alam, gemar berinteraksi dengan hewan, suka berpetualang dan berpergian ke luar rumah. Individu dengan kemampuan ini juga sangat antusias untuk mendalami segala ilmu pengetahuan yang terkait dengan alam. 

Selain itu, gaya belajar kecerdasan naturalis adalah menggunakan praktek langsung di lapangan, tidak mengutamakan penampilan, eksplorasi lebih diutamakan dibandingkan teori, hingga mengumpulkan dan mengoleksi sampel-sampel di alam. Profesi yang cocok adalah pecinta alam, pendaki gunung, pelatih diving, ahli cuaca, dan pekerjaan di kebun binatang.

 

Kecerdasan Body – Kinestetik

Sesuai namanya, kecerdasan ini memungkinkan seseorang untuk menggunakan bagian tubuh dalam menyelesaikan suatu masalah. Seseorang dengan kecerdasan kinestetik memiliki daya kontrol tubuh yang baik, berpikir mekanis, responsif terhadap lingkungan fisik, mudah mengingat apa yang dilakukan, dan refleks sempurna. 

Gaya belajar kecerdasan ini adalah dengan menggunakan latihan fisik, model dan kerajinan tangan, beraktivitas di lapangan, dan memakai drama atau kelas peran. Profesi yang cocok adalah penari, aktor, atlet, olahragawan, ahli bedah, dan mekanik.

 

Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal berbeda dengan kecerdasan interpersonal. Jenis kecerdasan ini memiliki kemampuan intuitif yang tinggi dan sadar akan diri sendiri. Keunikannya adalah seseorang mampu mengetahui kelebihan dan kelemahannya, bakat yang dimilikinya, bisa memprediksi tindakan dan emosi yang disampaikan olehnya. 

Selain itu, gaya belajar kecerdasan intrapersonal menggunakan latihan tanya jawab, berbicara dari hati ke hati, melakukan refleksi diri, studi mandiri, menulis jurnal, dan kontrol proses belajar. Profesi yang cocok adalah ahli filsafat, komedian, novelis, penasehat, hingga pemuka agama.

 

Kecerdasan Logis – Matematis

Jenis kecerdasan ini sangat berkaitan dengan IQ, logika, angka, dan fakta. Seseorang dengan kecerdasan logis-matematis memiliki kemampuan berhitung yang cermat, suka berpikir abstrak, menyukai keteraturan, dan menyelesaikan masalah dengan logika. 

Selain itu, gaya belajar dari kecerdasan ini adalah dengan menggunakan permainan berhitung dan logika, problem solving, analisis data, menyelesaikan secara bertahap, dan berpikir deduktif. Profesi yang cocok untuk kecerdasan logis-matematis adalah ahli matematika, ilmuwan, akuntan, detektif, penyidik, hingga pengacara.

Itulah penjelasan mengenai kecerdasan ganda beserta jenis-jenisnya. Bisa dikatakan bahwa kecerdasan majemuk adalah salah satu kecerdasan yang menggabungkan kemampuan otak kiri dan kanan. Pada dasarnya kecerdasan setiap orang berbeda-beda dan bukan hanya soal intelektual. Kecerdasan ganda yang dimiliki setiap orang dapat dikembangkan lebih baik hingga menjadi karier.

 

Guna mengetahui dan meningkatkan kecerdasan ganda, individu dapat berkonsultasi dengan Quantum Edukasindo Paradigma. Ada berbagai program yang ditawarkan secara online untuk mengetahui karakteristik dan kecerdasan yang dimilikinya. Mulai dari webinar edukasi, pelayanan bimbingan belajar, Quantum Learning, tes bakat minat, tes MBTI, hingga tes IQ online.  

Selain mengembangkan kecerdasan ganda yang dimiliki, penting bagi individu untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan SDM. Kecerdasan ganda yang diimbangi dengan pengembangan SDM, akan menjadi kombinasi yang hebat di mana individu mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, profesional, dan unggul dalam berkarier.

Share artikel ini:

Sumber:

Butuh bantuan?

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi customer service kami dengan menakan tombol dibawah ini

×

Halo!

Silahkan tinggalkan pesan melalui chat Whatsapp atau kirimkan email ke humas.qep@gmail.com

×