Mengenal Kecerdasan AQ dan Aspek-Aspeknya

Manusia memiliki berbagai jenis kecerdasan. Mulai dari IQ, EQ, TQ, CQ, SQ, hingga AQ. Berbicara mengenai AQ, tidak banyak orang mengetahui dan mendalami jenis kecerdasan ini. AQ atau kepanjangannya Adversity Quotient sangat penting untuk diketahui oleh orang-orang.

Hal ini karena AQ digunakan sebagai indikator untuk mengukur bagaimana seseorang dapat memecahkan permasalahan dan mencari solusi untuk bertahan hidup. Guna mengenali AQ lebih dalam, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu AQ?

AQ sendiri merupakan singkatan dari Adversity Quotient, yang berarti kecerdasan seseorang dalam menghadapi tantangan seperti mengatasi permasalahan dan kesanggupan untuk bertahan hidup. Adversity Quotient pertama kali digagas oleh Paul G. Stoltz dalam bukunya yang berjudul “Adversity Quotient” pada 2000, dan “Adversity Quotient at Work” yang rilis pada 2003.

Kecerdasan AQ berbeda dengan IQ, EQ, dan SQ. AQ seringkali disebut sebagai daya juang seseorang dalam menghadapi masalah hidup. Kecerdasan ini mampu menganalisis perjuangan dan kegigihan seseorang terhadap tantangan sehari-hari. Orang yang memiliki kecerdasan AQ bagus akan belajar dari masalah-masalah yang telah dihadapinya, sebagai pembelajaran untuk hidup lebih baik ke depannya.

Adversity Quotient biasanya digunakan sebagai indikator, guna menilai proses maupun cara seseorang untuk keluar dari suatu permasalahan maupun kondisi dengan banyak tantangan hidup. Adapun daya juang yang dimaksud di sini adalah uji kesabaran dan ketenangan ketika menghadapi masalah. Seseorang dengan tingkat AQ yang baik mampu menghadapi persoalan hidup dengan sabar, tenang, dan tidak terbawa emosi.

Selain kesabaran dan ketenangan, seseorang dengan AQ yang baik juga terkenal pantang menyerah. Bukan menghindari persoalan, namun justru menghadapinya tanpa terkesan berantakan. Berkat ketenangan dan pantang menyerah, orang dengan kecerdasan ini akan mencari alternatif solusi dari masalah yang dihadapinya.

 

Aspek-Aspek pada AQ

Control

Control dikenal juga dengan kendali. Aspek ini merujuk pada kemampuan seseorang dalam mengontrol atau mengendalikan permasalahan. Apabila seseorang memiliki AQ tinggi, akan merasa bahwa dia memiliki kendali terhadap suatu kesulitan dalam hidupnya. Perlakuan atas kendalinya ini bisa mempengaruhi tindakan selanjutnya.

Namun, lain cerita dengan seseorang yang memiliki AQ rendah. Dia akan terus-menerus merasa jadi korban dan tidak mampu mengendalikan apa pun.

 

Origin & Ownership

Kedua aspek ini sebenarnya tidak jauh berbeda. Aspek ini menjadi indikator untuk mengetahui seberapa jauh seseorang mencari solusi alternatif terhadap masalah, yang disebabkan oleh dirinya sendiri maupun orang lain.

Perlu diketahui bahwa origin yang dimaksud di sini adalah penyebab masalah. Apabila masalah berasal dari diri sendiri, seseorang dengan AQ tinggi akan inisiatif untuk mengubah diri sendiri. Dia akan mencari sumber dan penyebab masalahnya sampai dalam. Lain cerita jika masalah disebabkan oleh kesalahan orang lain, maka orang lain yang dituntut untuk berubah.

Sementara aspek ownership hampir serupa dengan origin. Aspek ownership artinya bahwa seseorang memiliki tanggung jawab terhadap sebuah permasalahan. Apabila merasa punya tanggung jawab, orang dengan AQ tinggi akan mengambil berbagai tindakan penyelesaian. Berbeda dengan AQ rendah, yang memilih untuk menunggu orang lain untuk menyelesaikannya.

 

Reach

Aspek ketiga adalah reach atau dikenal dengan jangkauan. Melalui aspek ini, seseorang akan diuji seberapa besar permasalahan mengganggu aktivitas lain dan bagaimana menyikapinya. Semisal orang dengan AQ rendah, maka satu masalah akan mempengaruhi semua aspek kehidupannya.

Berbeda dengan orang yang memiliki AQ tinggi. Suatu permasalahan yang dihadapi tidak merambah luas ke aspek kehidupan lainnya. Dia mampu mengkarantina masalahnya agar bisa bertahan hidup.

 

Endurance

Aspek terakhir adalah endurance atau ketahanan permasalahan. Melalui aspek ini, seseorang akan diuji seberapa besar ketepatan dan kecepatan dalam menangani dan memecahkan persoalan hidup. Apabila memiliki AQ tinggi, akan merasa bahwa suatu permasalahan tidak akan terjadi selama-lamanya. Berbeda dengan AQ atau tingkat endurance rendah, maka berpikir bahwa suatu persoalan akan bertahan seumur hidup.

Berbicara mengenai kecerdasan seperti AQ, ada sebuah biro psikologi yang melayani tes kecerdasan dan pengembangan diri.

 

Quantum Edukasindo Paradigma menjadi pilihan tepat, yang menawarkan jasa psikotes dan assessment. Mulai dari tes IQ, tes kepribadian, bakat dan minat, dan kecerdasan lainnya. Berlokasi di Yogyakarta dan Jakarta, Quantum Edukasindo Paradigma juga menyediakan layanan lainnya seperti training untuk pengembangan diri, webinar edukatif, pelayanan bimbingan belajar, team building, pelatihan Quantum Learning, Quantum Reading, hingga Quantum Writing.

Didampingi oleh trainer, councelor, dan tutor berpengalaman, Quantum Edukasindo Paradigma mampu menciptakan pemuda terampil dalam belajar dan berkarya untuk masa depan yang lebih baik.

Share artikel ini:

Butuh bantuan?

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi customer service kami dengan menakan tombol dibawah ini

×

Halo!

Silahkan tinggalkan pesan melalui chat Whatsapp atau kirimkan email ke humas.qep@gmail.com

×